Jumat, 10 Januari 2014

Asam manis hidup Ku

Mencintaimu seperti mengkonsumsi NAPZA. 
Itulah yang aku rasakan sekarang, awalnya hanya ingin mencoba. 
Merasakan indahnya bercinta dan tajamnya panah si cupid.
Benar benar ingin mencoba dan meskipun aku tahu pada awalnya.,
Aku akan kecanduan dan menjadi SAKAW.
Tapi aku tetap ingin mencobanya, mencoba mencintaimu.

Bodohkan!??
Seperti tidak menerapkan ilmu yang aku punya.
Tidak mengaplikasikannya pada tiap sisi hidupku.
Sampai aku pun tidak sadar bahwa aku sudah kecanduan.
Bahkan pada sisi yang paling penting ”EROS”

SAKAW.!!!
Hampir seperti itu saat aku ingat kau.
Saat aku merindukanmu yang jauh disana.
Saat aku sudah mengingat bahwa kau tak lagi disini.
Saat aku sudah tau kau sudah bersama dengan yang lain.

Kau benar benar seperti NAPZA.
Seperti Narkotika, kau membiusku,.meracuni sarafku..
Sehingga aku benar-benar tidak bisa lepas dari dirimu.
Menarikku keluar dari duniaku. 
Membuatku seperti kehilangan logikaku.
Membuatku meninggalkan duniaku.
Duniaku yang awalnya baik baik saja.

Seperti Psikotropika yang mempengaruhi saraf otakku.
Membuatku lebih aktif dan Lebih bersemangat. 
Seolah mewarnai duniaku menjadi lebih indah. 
Seperti kau mempengaruhi saraf otakku. 
Hingga aku selalu merasa punya energi yang tak pernah habis.

Aku sempat bersemangat dulu. 
Meski harus keluar dari duniaku tapi aku benar benar aktif.
Dan kau seperti psikotropika yang telah meracuni saraf otakku. 
Setelah psikptropika itu hilang, semangatku pun hilang....

Seperti adiktif  merileks kan diriku...
Tenang..meski semua masalah datang mengahampiriku..

Akhh seperti NAPZA. Membuatku kecanduan..
Selalu ingin lagi dan lagi..
Ingin tau lebih lagi tentang dirimu..
Ingin lagi melihat senyummu..
Ingin lagi melihat tawamu..
Dan selalu ingin terus bersamamu..

Aku capek karena aku kecanduan.
Karena mencintaimu seperti mengkonsumsi NAPZA..
Kau adalah NAPZA, karena seandainya kau tak ada.. 
Maka aku takkan SAKAW seperti ini.


(BUAT KAU YANG UDAH PERGI MENINGGALKAN KU DISINI)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar