Putus cinta adalah salah satu situasi yang
paling mengerikan, menyedihkan dan paling tidak enak yang dapat dirasakan oleh
seseorang. Kalau dalam bahasa Inggrisnya patah hati disebut broken heart, itu karena
memang menggambarkan keadaan emosi dan perasaan seseorang yang tengah mengalami
keadaan ini. Hancur berantakan. Bagaikan sebuah gelas beling yang terbanting ke
lantai, berkeping-keping, berserakan ke mana-mana.
Sedih, kangen, sayang, marah, bingung,
kaget, penyesalan dan sejuta perasaan lainnya bercampur aduk jadi satu dalam
ramuan yang membuat Anda sakit dan ingin berlari sejauh-jauhnya. Dan memang itu
yang banyak dilakukan orang dalam keadaan ini: melarikan diri.
Jiwa Anda seperti menggeliat,
meregang dalam rasa sakit dalam putus cinta yang tidak kunjung mereda.
Orang-orang di sekitar Anda berkata, "Sudahlah, luka putus cinta seperti
ini pasti sembuh sendiri seiring waktu." Namun itu terasa seperti nasihat
omong kosong karena Anda sama sekali tidak merasa seperti itu. Setiap hari yang
berlalu dari momen tragis itu, Anda merasa semakin pedih, kegundahan yang sulit
dinyatakan dengan kata-kata. Sepertinya tidak ada seorang pun yang bisa
memahami rasa pilu di hati Anda.
Anda kerap terbayang akan
kisah-kisah indah yang pernah dilalui bersamanya dahulu, jauh sebelum putus
cinta. Anda tidak bisa berhenti memikirkan seluruh janji cinta manis yang
disampaikan olehnya. Seluruh tulisan surat cinta, SMS cinta, puisi cinta,
candaan cinta lewat telepon, serta pertemuan-pertemuan yang hangat dan nyaman.
Semua terasa begitu sempurna. Anda
bisa yakin itu bukan perasaan kasmaran Anda saja karena ada banyak orang yang
begitu mendukung, mengkonfirmasi, bahkan iri akan keindahan hubungan cinta Anda
dengannya. Dan ketika semuanya berakhir, semuanya terasa... runtuh, hancur
berantakan.
Anda sudah mencoba untuk kuat
melewati masa putus cinta ini. Anda berkali-kali berteriak pada diri
sendiri untuk bangun dan bertahan. Apa daya, cinta Anda terputus bersamaan
dengan asa untuk melanjutkan hidup Anda. Rasa sakit datang bertubi-tubi,
membuat Anda jiwa Anda lelah dan terlalu hampa untuk hal-hal lainnya. Anda
jatuh terluka. Hati Anda. Jiwa Anda. Mental Anda. Fisik Anda. Seluruhnya.
Bila Anda mencoba untuk berpikir
sejenak, Anda akan menyadari bahwa meskipun setiap kasus putus cinta berbeda,
reaksi psikologis yang terjadi dan dialami oleh setiap orang yang mengalaminya
adalah sama. Setiap orang yang mengalami kesedihan dan rasa sakit yang sama
nyatanya dengan yang Anda alami.
Bukannya mengecilkan kepedihan yang
Anda alami, tapi saya hanya ingin Anda tahu, bahwa saya mengerti apa yang
sedang Anda rasakan dan alami sekarang. Saya tahu bahwa saat ini hanya rasa
pedih di hati Anda yang menjadi pusat dalam hidup Anda. Dan Anda menjalani
hari-hari Anda dengan mengulang siklus yang sama berikut ini:
Siklus Putus Cinta
1. Setiap kali Anda bangun tidur,
Anda menatap langit-langit kamar Anda dengan rasa hampa di hati. Sering kali di
pipi Anda terdapat bekas air mata yang mengering. Hal pertama yang Anda rasakan
adalah rasa kesepian yang begitu mencekam karena telah kehilangan orang yang
Anda sayangi.
2. Meskipun Anda tetap mengerjakan
aktifitas Anda sehari-hari seperti bekerja, kuliah dan bertemu teman-teman,
tapi Anda tidak bisa berkonsentrasi secara penuh. Di balik benak Anda selalu
terbayang wajah mantan kekasih Anda.
3. Sepanjang hari Anda bagaikan
seseorang yang hidup di dua dunia: dunia nyata di mana Anda sudah tidak lagi
memiliki si dia, dan dunia kenangan ketika Anda masih bersama dengannya. Hobi
dan hal-hal kesukaan Anda terasa tidak menarik lagi bagi Anda. Semua terasa
tidak ada artinya.
4. Ketika Anda pergi ke tempat yang
biasa dikunjungi berdua, atau melihat benda-benda yang berhubungan dengan
mantan Anda, perasaan Anda langsung pilu tidak menentu. Tanpa bisa Anda cegah,
semua kenangan manis langsung meluap dan membanjiri pikiran yang membuat Anda
semakin sedih.
5. Meskipun teman-teman Anda
berusaha menghibur Anda dan memberikan nasihat yang positif, namun yang ada
dalam benak Anda adalah, “Tidak ada orang yang mengerti apa yang sedang saya
alami dan rasakan..”, karena itu tidak ada nasihat yang benar-benar Anda dengar
dan lakukan.
6. Malam hari ketika Anda berada di
rumah sendirian, yang Anda lakukan adalah mengulang-ngulang setiap kejadian
yang telah Anda lalui bersamanya dan memikirkan kondisi Anda yang menyedihkan
tanpa kehadirannya. Anda mengalami pusaran emosi yang berputar-putar: kangen,
sedih, kesepian, dan penyesalan, lalu kecewa, marah, bingung, merasa tidak
adil, dan benci padanya; dan berputar lagi kembali ke kangen dan begitu
seterusnya. Mungkin Anda menangis, mungkin juga tidak, tapi saat akhirnya emosi
Anda letih, Anda merasa mati rasa.
7. Akhirnya Anda tidur karena lelah
dengan perasaan hampa, dan bangun keesokan harinya hanya untuk kembali ke
siklus no. 1 di atas.
Langkah Awal Atasi Putus Cinta
Mengatasi putus cinta tergantung
dari beberapa faktor, seperti: seberapa lama dan intensitas hubungan Anda,
tingkat keintiman, dan seberapa besar investasi diri Anda pada hubungan
tersebut. Karena itu proses penyembuhan setiap orang berbeda-beda.
Beberapa orang dapat dengan mudah mengatasi
putus cinta dan melupakan mantan kekasihnya hanya dalam hitungan minggu saja,
namun beberapa lainnya terpuruk sedemikian lama hingga berbulan-bulan, bahkan
tahunan, keluar dari belenggu sakit hati akibat putus cinta.
Mungkin Anda termasuk golongan yang
pertama, atau mungkin yang kedua, tapi bagaimanapun juga sebuah proses
penyembuhan tidak akan pernah di mulai apabila Anda tidak melakukan apapun.
Jadi setelah Anda menyadari dan mengerti hal pertama yang harus dilakukan: STOP
Berpikir Sendiri, maka berikut adalah tiga langkah awal yang bisa langsung Anda
kerjakan saat ini juga.
1. Berdoa.
Jangan meremehkan kekuatan sebuah
doa. Dan saya tidak sedang berbicara mengenai hal yang spiritual atau religius.
Saya sedang berbicara tentang sebuah proses psikologis yang nyata. Karena
dengan berdoa, Anda mengijinkan diri Anda untuk menerima kenyataan, menerima
semua rasa sakit, merelakannya dengan ikhlas, dan yang terpenting, memaafkan
diri Anda sendiri. Saya tidak peduli apa agama dan kepercayaan Anda, saya
bahkan tidak peduli apakah Anda beragama atau tidak, yang saya ingin Anda
lakukan hanyalah mengucapkan beberapa baris kalimat di bawah ini dengan segenap
perasaan dan seluruh niat Anda.Ambil waktu dan tempat pribadi di mana Anda
tidak akan diganggu, dan ucapkan kalimat berikut dari dasar hati Anda:
“Saya sangat bersyukur karena telah
mendapat kesempatan yang berharga bertemu dengan XXX (sebutkan nama mantan
kekasih Anda). Saya bersyukur atas semua masa-masa indah dan kenangan manis
yang telah saya alami bersamanya. Maafkan kesalahan saya yang tidak bisa
menjaga hubungan ini, dan maafkan kesalahan XXX yang tidak bisa mempertahankan
hubungan ini. Saya berdoa agar dia selalu bahagia dan mendapatkan apa yang dia
cari. Tolong jaga dan lindungi XXX karena saya menyayanginya. Terimakasih atas
pengalaman yang berharga ini. Saya tidak akan menyia-nyiakannya. Saya menerima
dan merelakan semua yang terjadi. Amin..”
Begitu Anda selesai berkata
“amin..”, saya janji Anda akan langsung merasakan kelegaan yang luar biasa.
Kelegaan atas segala rasa bersalah dan ketidak relaan yang menghimpit Anda
selama ini. Anda akan merasakan tubuh dan hati Anda menjadi lebih ringan,
seolah-olah sebuah beban berat telah diangkat. Dan Anda pun akan siap untuk
langkah yang berikutnya.
2. Lakukan kegiatan yang membuat
Anda sehat, nyaman dan energik.
Anda perlu menaruh perhatian yang
besar pada kesehatan dan kenyamanan hidup Anda. Tidak ada orang yang dapat
melakukan itu selain Anda sendiri. Misalnya hal-hal seperti shopping,
memperbaiki pola makan dan istirahat, serta apapun yang membuat Anda
bersemangat kembali. Saya sangat menganjurkan Anda mulai berolah raga, mungkin
fitness atau jogging dengan teman-teman Anda. Karena bukan saja Anda akan
merasa lebih sehat, olah raga adalah tempat penyaluran yang positif bagi emosi
negatif Anda.
Gali lagi hobi Anda yang terhilang.
Anda pasti punya beberapa minat dan hobi yang dikubur semenjak pacaran dahulu,
entah karena terlalu sibuk atau bertentangan dengan minat sang kekasih saat
itu. Saatnya bagi Anda untuk kembali menggali dan memainkan hal-hal tersebut
lagi.
3. Temui sahabat-sahabat Anda.
Salah satu hal terpenting dalam
proses penyembuhan adalah menceritakan bagaimana keadaan dan perasaan Anda.
Sebisa mungkin usahakan agar Anda tidak merenung sendirian terlalu banyak.
Berkumpul lah bersama teman-teman Anda, dan bersenang-senanglah.
Selain sahabat-sahabat terdekat,
Anda juga dapat menghubungi teman-teman yang sudah lama tidak pernah bertemu
dengan Anda. Kontak mereka melalui Facebook dan atur janji untuk reuni
kecil-kecilan. Ketika Anda bertemu dengan teman-teman lama Anda, teman SMP/SMA
mungkin, sudah pasti akan tercipta suasana yang menyenangkan. Dan ini sangat
bagus untuk Anda.
Dan selanjutnya Anda pun bisa mulai
bertemu dengan teman-teman baru. Buka diri Anda dan jangan menutup pergaulan.
Bertemu orang-orang baru akan memberikan pengalaman baru bagi Anda, dan ketika
Anda dikelilingi oleh suasana yang baru, akan sulit bagi Anda untuk terus
memikirkan masa lalu Anda.
Ketika Anda melakukan ketiga langkah
di atas untuk pertama kalinya, mungkin belum terasa sebuah perubahan yang
signifikan pada keadaan emosi maupun hidup Anda, tapi yang jelas hal tersebut
JAUH LEBIH BAIK dari pada bila Anda hanya bermuram durja dan meratapi kesedihan
Anda yang tiada akhir.
Semakin sering Anda bersedih,
semakin terpuruk keadaan Anda, dan semakin sulit pula untuk menyembuhkan diri
serta meraih kebahagiaan Anda kembali.
Ref: Pengalaman dari putus cinta

